Hhhmmm...
Bayangan itu kembali mengusik..
2 tahun berlalu
masi aja kepikiran, kenapa sie g pergi aja, aq udah ga papa kok...
well...this was my previous story with a white coat man
ya..pria seragam putih itu tak jua hilang dari ingatan
Pliiizzz Gooo...
ga mau berlarut2 dalam rasa itu, ya mungkin kenangan indah lah yang g bisa membuatku lupa...
Fyyuuuhh, kenapa lagi2 pengen banget nyeritain ini, okelah, sekali ini aja faiq...
masi keinget banget gimana dulu kita saling kirim mms foto terbaru, gimana seringnya kau membuat aku ketawa lagi setelah seharian dipusingin ma skripsi..gimana akhirnya kita 'terpisah' lebih jauh lagi, ya walaupun waktu itu jawa-papua, kemudian still jawa-papua (pantai terluar indonesia) hanya lewat Handytalky kita bisa bercerita walaupun g lepas dari celotehan teman2mu itu (HTnya disambungin lewat radio dan didenger di semua area) duuhh malunya tapi kamu bilang hanya itu cara kita bisa komunikasi. Udah ahh, tiba2 males nie...
Dan sesederhana apapun lakuku untuk sekedar mengenyahkan
Sekedar membuatnya pudar pelan-pelan
Sungguh susah sangat kau hilang dari kepala
Semuanya tentangmu: tentang kita
Lembut suaramu menelisik menggerinda
Di ujung perbatasan sana,
Angin yang menderu, ombak yang menampar
Tegak tegar cadas bebatuan
Seakan menertawakan sinyal seluler yang tak lagi mau berkelindan
“Adikku sayang apalah artinya jarak jika bahkan namamu lekat di nadiku?”
Begitu katamu
Bentang jarak boleh menebas pohon menebas percakapan kita
disaat rindu membuih busa
Tapi tidak dengan renjana kita,
Yang selalu sempat kau bisikkan di tiap putaran pendulum
di tiap putaran waktu
"Aku rindu"
Satu kata saktimu mampu membungkam segalanya
Mengalahkan luapan emosiku untuk berhenti mengaduh
Berhenti melenguh
Walau tetap saja aku meragukannya,
"Adakah kau merindu"
Seperti halnya bimbangmu yang tak juga berkesudahan
Ah Kakakku,
Tak seharusnya kau ulang-ulang pertanyaan senada
Selaiknya hujan gerimis yang tak kunjung reda
Kau tahu. Aku akan tetap merindu.
Walaupun terkadang rindu ini tak pernah mengenal kematian
Ia begitu mistis, apatis dan terkadang terlalu egois
Sebegitu sulit diungkapkan, pun digambarkan
Seperti halnya saat ini:
yang bahkan damainya suaramu pun belum juga bisa membunuh kerinduanku
"Aku akan segera pulang, tunggulah aku diperbatasan senja”
Kenapa?
“Agar kita bisa menikmati indahnya matahari
yang merona Jingga ditelan langit kisah kita"
“Dan selamanya kita takkan berpisah”
Begitu ujarmmu
Ah Kakak,
Sebait janjimu terlanjur terekam di otak kanan
Mengalirkan semangat yang tak juga mampu aku hentikan: aku binasakan
"Sampai jumpa saat pertemuan kita"
Salam perpisahan itu tak lagi sepahit dulu:
sebab ada harapan ditiap percik katamu
Dan semoga waktu tidak lagi tertatih, merangkak menderita,
Melainkan berlari dengan kebahagiaan penuh
Yang pada akhirnya aku mengerti:
Jarak adalah PEREKAT SEMPURNA bagi cinta kita
Cintamu dan cintaku
Itu saja,
.
.
.
.
Remembering of A Scene of My Life (the end of 2010)
However....Thanks for being my truly someone Lately....:(


No comments:
Post a Comment